Dokter Sebut Poligami Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Serviks

 On Friday, December 20, 2013  

Jakarta, Semua wanita memang berisiko terkena kanker serviks, terutama yang sudah pernah berhubungan seksual. Namun menurut dokter, wanita dengan suami poligami atau banyak pasangan seks memiliki risiko lebih besar mengalaminya.

Kanker serviks merupakan kanker yang disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus atau HPV. Virus ini bermacam-macam tipe, tetapi yang mempunyai potensi menimbulkan kanker serviks adalah sekitar 20 tipe dan diantara yang tersering dan berisiko tinggi adalah tipe 16 dan 18 (80 persen penyebab kanker serviks).


Kanker serviks merupakan kanker yang dapat menular karena penyebabnya adalah virus dan paling banyak ditularkan melalui hubungan seksual. Kelamin pria bisa jadi pembawa dan sarana penularannya.


"Poligami adalah salah satu faktor risiko kanker serviks," tutur dr Fitriyadi Kusuma, SpOG (K), konsultasi kanker kandungan dan staf pengajar FKUI di Divisi Onkologi Ginekologi Departemen Obstetri dan Ginekologi, dalam acara SOHO #BetterU: Hari Ibu, di Hotel Akmani, Jl Wahid Hasyim 91, Jakarta, dan ditulis pada Jumat (20/12/2013).


Menurut dr Fitriyadi, pria bisa menjadi carrier (pembawa) HPV karena virus bisa menempel pada kelaminnya. Namun virus tersebut tidak terlalu berbahaya bagi pria, meski ada beberapa yang dapat menyebabkan kanker penis.


Karena itu, pria dengan banyak pasangan seks atau poligami dapat memperbesar peluang penularan virus. Jika salah satu pasangannya menderita kanker serviks, maka ada kemungkinan pasangan yang lain juga tertular dengan perantara pria yang sama.


"Tapi bukan berarti pasangan monogami tak berisiko, semua wanita berisiko. Karena itu, penting melakukan skrining tiap tahun minimal, IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) atau pap smear," tegas dr Fitriyadi.


sumber

Dokter Sebut Poligami Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Serviks 4.5 5 Robert Parker Friday, December 20, 2013 Jakarta, Semua wanita memang berisiko terkena kanker serviks, terutama yang sudah pernah berhubungan seksual. Namun menurut dokter, wanita ...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.
Back to top