Masih Percaya Hiu Obat Mujarab? Bahkan Hiu Sendiri Bisa Kena Kanker

 On Thursday, December 12, 2013  

Hiu kena kanker sebenarnya bukan hal baru bagi para ilmuwan. Mereka telah mengetahuinya sejak 150 tahun lalu, tapi sebagian orang awam lebih percaya pada promosi sirip hiu sebagai obat kanker.

Para peneliti di Australia menemukan tumor besar menonjol dari mulut seekor hiu putih besar dan di kepala seekor hiu pemburu paus perunggu. Pada paus putih besar, ukuran tumor mencapai 30x30 cm. Temuan ini dilaporkan dalam Journal of Fish Diseases.


"Ini pemandangan yang sangat tidak biasa karena kami belum pernah melihat hiu putih besar kena tumor," kata Rachel Robbins, peneliti hiu dari Fox Shark Research Foundation di Adelaide seperti dikutip dari Livescience, Selasa (10/12/2013).


Secara keseluruhan, ilmuwan telah mendokumentasikan tumor pada 23 spesies hiu, termasuk 2 kasus yang terakhir ditemukan. Menurut Robbins, temuan ini semakin menegaskan bahwa klaim tentang tulang rawan hiu yang bisa mengobati kanker hanya sebatas mitos.


"Hiu saja bisa kena kanker. Bahkan bila mereka tidak kena kanker, mengonsumsi produk hiu tidak akan menyembuhkan kanker, sama seperti saya makan Michael Jordan tidak akan membuat saya jadi jago main basket," kata David Shiffman, peneliti hiu lainnya dari University of Miami yang tidak terlibat dalam penelitian.


Seruan untuk tidak mengonsumsi hiu makin banyak dikampanyekan setelah beberapa spesies hiu terancam punah karena banyak diburu siripnya. Sebuah studi pada Maret 2013 mengungkap data bahwa sedikitnya juta hiu dibantai manusia setiap tahunnya.


Mitos bahwa tulang rawan atau kartilago hiu bisa mengobati kanker tidak hanya menempatkan hiu dalam ancaman perburuan liar dan kepunahan. Dari sisi medis, keyakinan tersebut juga membuat pasien menjauh dari terapi dan pengobatan medis yang seharusnya.


sumber

Masih Percaya Hiu Obat Mujarab? Bahkan Hiu Sendiri Bisa Kena Kanker 4.5 5 Robert Parker Thursday, December 12, 2013 Hiu kena kanker sebenarnya bukan hal baru bagi para ilmuwan. Mereka telah mengetahuinya sejak 150 tahun lalu, tapi sebagian orang awam lebih...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.
Back to top