Menkes: Ada Ratusan Ribu Obat, Tak Bisa Semua Bersertifikat Halal

 On Wednesday, December 11, 2013  

Menteri Kesehatan menegaskan tidak pernah menolak sertifikasi halal, termasuk untuk obat dan vaksin. Namun karena ada ratusan ribu jenis obat dan vaksin, ia mengingatkan bahwa tidak semuanya bisa mendapatkan sertifikat halal.

"Sekarang kan ada beratus ribu obat dan vaksin, mereka tidak bisa semuanya bersertifikat halal," kata Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, saat ditemui di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (9/12/2013).


"Saya bukan ahli agama, kami ada majelis MPKS (Majelis Pertimbangan Kesehatan dan Syara), syariat. Tapi untuk saya adalah kalau pasien tidak boleh, terus bagaimana kalau tidak ada obat lain? Itu saja kerisauan saya," lanjut Menkes.


Nafsiah mengatakan Rancangan Undang-undang (RUU) Jaminan Produk Halal sudah ada sejak Siti Fadillah Supari masih menjabat Menkes. Waktu itu, pembahasannya berhenti karena Siti Fadillah Supari juga mempertanyakan sertifikasi halal untuk obat dan vaksin.


"Saya tidak tau kenapa mendadak dibahas lagi sekarang," ucap Menkes.


Menkes merasa berkepentingan untuk melindungi pasien yang butuh pengobatan. Jika semua obat dan vaksin harus bersertifikat halal, Menkes khawatir sebagian pasien tidak bisa mendapatkan obat karena tidak ada alternatifnya lalu penyakitnya tidak sembuh atau bahkan meninggal.


Ia kembali menegaskan tidak pernah mengatakan 'tidak boleh ada sertifikasi halal'. Namun ia mengakui, beberapa obat menggunakan zat-zat yang berasal dari babi dalam porses pembuatannya. Bukan dalam bentuk babi, melainkan sudah menjadi bio-fraction.


"Saya sama sekali tidak menolak. Tapi mohon dipertimbangkan, supaya obat dan vaksin jangan dimasukkan sama dengan makanan dan minuman," tegas Menkes.


sumber

Menkes: Ada Ratusan Ribu Obat, Tak Bisa Semua Bersertifikat Halal 4.5 5 Robert Parker Wednesday, December 11, 2013 Menteri Kesehatan menegaskan tidak pernah menolak sertifikasi halal, termasuk untuk obat dan vaksin. Namun karena ada ratusan ribu jenis oba...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.
Back to top