Peneliti Amerika Klaim Perokok Pasif Tak Rentan Kena Kanker Paru

 On Sunday, December 22, 2013  

Selama ini orang awam diberi pemahaman jika berada dekat dengan seorang perokok aktif akan meningkatkan peluang mereka untuk terkena gangguan pernapasan hingga kanker paru. Namun sebuah studi terbaru dari AS mengatakan hal ini tidaklah benar.

Riset yang dilakukan tim peneliti dari Stanford University menemukan bukti nyata bahwa merokok memiliki keterkaitan yang kuat dengan kanker, tapi tidak bagi perokok pasif. Hanya yang tinggal satu rumah dengan perokok aktif selama 30 tahunlah yang berpeluang untuk mengidap kanker paru. Demikian dikutip dari Daily Mail, Senin (23/12/2013).


Peneliti sendiri memastikannya dengan mengamati data dari 76.304 partisipan wanita, terutama tentang paparan rokok pasif mereka di masa kecil, paparan rokok pasif mereka di rumah setelah dewasa dan paparan rokok pasif mereka di tempat kerja. Dari situ tercatat 901 orang terkena kanker paru dalam kurun 10,5 tahun.


Selain itu, peneliti memastikan bahwa peluang kanker paru pada perokok aktif 13 kali lebih besar daripada yang tidak pernah merokok dan empat kali lebih besar terjadi pada mantan perokok. Yang jelas tinggi rendahnya risiko kanker paru, baik bagi perokok yang masih aktif maupun mantan perokok, bergantung pada tingkat paparan rokok mereka.


Namun pada partisipan yang tak pernah merokok maupun yang menjadi perokok pasif tidak ditemukan adanya peningkatan risiko kanker paru secara signifikan.


"Satu-satunya kategori paparan yang ditemukan studi ini adalah adanya tren peningkatan risiko pada orang-orang yang tinggal serumah dengan seorang perokok aktif selama 30 tahun atau lebih," klaim peneliti Ange Wang, mahasiswa kedokteran dari Stanford University. Wang mempresentasikan hasil temuannya ini dalam pertemuan American Society of Clinical Oncology di Chicago baru-baru ini.


Ternyata studi ini bukanlah yang pertama menyatakan bahwa tak ada kaitan antara kanker paru dengan perokok pasif. Antara tahun 1959-1989, dua pentolan kampanye antirokok di AS bernama James Enstrom dan Geoffrey Kabat melakukan survei terhadap 118.094 penduduk California untuk membuktikan apakah merokok benar-benar memberikan efek samping yang mengerikan pada orang-orang terdekat para perokok.


Keduanya melaporkan paparan rokok dari lingkungan atau biasa disebut dengan 'perokok pasif' tidaklah menaikkan risiko kanker paru maupun penyakit jantung seseorang secara signifikan, bahkan ketika mereka telah terpapar bertahun-tahun lamanya.


WHO pun menemukan kesimpulan serupa di tahun 1998 setelah melakukan studi selama tujuh tahun.


sumber

Peneliti Amerika Klaim Perokok Pasif Tak Rentan Kena Kanker Paru 4.5 5 Robert Parker Sunday, December 22, 2013 Selama ini orang awam diberi pemahaman jika berada dekat dengan seorang perokok aktif akan meningkatkan peluang mereka untuk terkena ganggua...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.
Back to top