Tangani Korban Luka Bakar Parah, Utamakan Pemberian Cairan

 On Thursday, December 12, 2013  

Commuter Line Serpong-Tanah Abang tabrakan dengan truk tangki Pertamina berisi premium di perlintasan pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan. Blar!! Api berkobar cepat. Dalam peristiwa semacam itu, korban luka bakar sangat mungkin muncul. Saat memberikan pertolongan pertama, utamakan pemberian cairan kepada korban.

"Saat memberikan pertolongan kepada korban luka bakar, kita lihat keadaan umumnya. Kita cek nadi dan tekanan darah, serta diupayakan harus melewati fase shock. Kemudian berikan cairan atau infus, yang mana bersimultan dengan perawatan luka," kata dr Vera Ikasari, SpBP, spelialis bedah plastik dari RSU Bunda, saat berbincang dengan detikHealth, Senin (9/12/2013).


Meski demikian, cairan yang masuk ke tubuh korban harus diperhitungkan. Karena itu perlu ada penghitungan berapa luas luka bakar, lalu dihitung cairan yang boleh masuk berapa, yang mana hal ini disesuaikan dengan berat badan.


"Untuk orang dewasa dalam satu jam urine harus lebih dari 1 ml/kg berat badan/jam. Jadi misal berat badan 60 kg, jadi urine-nya sekitar 60 cc per jam setelah diberi terapi cairan. Kalau kirang, berarti harus diberi cairan lagi," terang dr Vera.


Menurut dia, sesaat setelah musibah kebakaran menimpa korban, yang harus lebih diwaspadai memang bukan lukanya, namun cairan tubuhnya. Namun terapi cairan harus tetap simultan dengan penanganan luka.


"Untuk daerah lembab, diberikan antibitiok, painkiller karena pasti korban merasa nyeri. Kecuali korban dengan luka bakar dalam, dia biasanya sudah tidak merasa nyeri karena sarafnya mati karena ikut terbakar," jelas dr Vera.


Sementara itu, saat melihat ada orang yang tubuhnya masih diselimuti api, menurut dia, sebaiknya api dipadamkan dengan air mengalir dan bukan menyelimuti korban dengan selimut basah. Sebab dikhawatirkan selimut yang lembab dan bisa lengket di kulit akan berpengaruh pada epidermis korban.


"Guyur pakai air karena air itu fungsinya untuk membantu supaya suhunya tidak semakin panas. Untuk diketahui, orang yang sedang luka bakar itu, sebenarnya luka bakar di tubuhnya masih berjalan, merambat ke jaringan lebih dalam. Sebaiknya disiram air mengalir, nggak perlu dikasih kain yang dibasahi pakai air dingin," terang dr Vera.


sumber

Tangani Korban Luka Bakar Parah, Utamakan Pemberian Cairan 4.5 5 Robert Parker Thursday, December 12, 2013 Commuter Line Serpong-Tanah Abang tabrakan dengan truk tangki Pertamina berisi premium di perlintasan pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selata...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.
Back to top